Lebih pilih Yamaha dibanding Suzuki, apa alasan Vinales…???

PA1918346.0008
MotoGPCrash.Com—
Awal rumor beredar, pihak Suzuki memang sangat sigap mempertahankan Vinales dengan tawaran kontrak besar, bahkan kalkulasi tawaran gaji yang disodorkan Suzuki kepada Vinales melampaui gaji seorang Dani Pedrosa… Lantas apa motivasi Vinales memilih keluar dari Suzuki dan bergabung dengan Yamaha?

Bila kita melihat kembali latar belakang tim dan ridernya, Suzuki dan Vinales memiliki kesamaan… Yaitu sama-sama pendatang baru, dimana Suzuki baru kembali ke MotoGP setelah vakum beberapa musim, sedangkan Vinales adalah rookie yang masih minim pengalaman, dan musim 2016 ini merupakan musim kedua mereka berkarir di MotoGP…

Ch5Bo85UUAA1--j

Dengan melihat peluang mereka, baik Suzuki maupun Vinales masih butuh banyak waktu untuk berkembang… Manajer Suzuki, Davide Brivio pernah berujar, tim mereka saat ini sedang berkembang pesat dan dengan dukungan dari seluruh awak tim dan pabrikan Suzuki Jepang, mereka terus mengembangkan motor yang lebih sempurna tiap saat… Mereka butuh seorang rider yang sarat akan pengalaman dalam memberikan input kepada tim agar setiap detil kekurangan motor dapat dibenahi…

Tapi ini bukan soal rider, karena justru Vinales sendiri yang memutuskan hengkang… Suzuki memang tak pernah menekan Vinales soal pengembangan, namun rider muda berbakat ini memiliki target tinggi di MotoGP… Yaitu dapat memenangi gelar dalam 2 musim kedepan, dan peluang itu masih sangat kecil apabila dirinya memutuskan untuk bertahan bersama Suzuki yang statusnya masih berkembang, minimal dia butuh tim yang sudah berpengalaman juara dan motor yang kompetitif untuk mengasah skillnya dan bersaing menantang para seniornya di MotoGP…

vinales-tak-seperti-marquez-RtaNNuU6xg

Vinales: “Suzuki sudah saya anggap seperti keluarga sendiri. Sejak awal mereka selalu memercayai saya. Saya punya hubungan baik dengan seluruh anggota tim dan manajemen. Jika bertahan, pengembangan motor akan berpusat pada saya dan itu sangat membantu karier saya,” kata Vinales seperti dilansir Marca, Kamis (12/5/2016).

Vinales juga menjawab komentar dari legenda Suzuki, Kevin Schwantz…  “Bisa memenangi titel bersama Suzuki seperti yang dilakukan Kevin adalah sebuah impian. Namun, Kevin cuma jadi kampiun sekali, sedangkan Mick Doohan lima kali bersama Honda. Hal itu membuat saya berpikir. Motor yang dipakai Kevin tak selevel dengan pebalap lain dan dia lah yang membuat perbedaan,”

“Karena itu, kuncinya adalah memiliki motor yang kompetitif. Saya bangga karena banyak pihak menyejajarkan nama saya dengan Kevin. Namun, saya butuh hasil. Jika cuma finis keempat atau kelima, saya bukan legenda, bahkan di Suzuki. Jadi, saya harus melakukan sesuatu untuk membuka jalan jadi juara dunia. Jika ada tim juara yang menginkan Anda, maka sulit untuk berkata tidak.”

Menurut penuturan Vinales, motor GSX-RR tunggangannya saat ini bukan tidak kompetitif atau kalah kencang, namun memiliki kelemahan… Suzuki kencang ditikungan namun lemah ketika melakukan hard breaking (pengereman keras) dan akselerasi… Apabila harus menunggu proses pengembangan akan memakan waktu, dan akan menunda target dirinya untuk bersaing menjadi juara di kelas para raja.
12049231_1922003334691693_7216717180103412846_n_2

Iklan

Tentang oldrider

KeepBrotherhood & Peace
Pos ini dipublikasikan di Maverick Viñales, MotoGP, Suzuki, yamaha dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s