Jorge Lorenzo dan Ducati..Siapa Yang Berjudi…Jika tidak Jurdun..Semua Salah Ducati…???

Dari sisi Lorenzo dia ingin menguji karirnya dengan menyeberang dari tim yang sangat nyaman motor yang sudah stabil dan sesuai gaya balap dia dan pindah ke Ducati yang hanya menang dua dari 18 seri tahun lalu..? … dan bagi Ducati dia juga mempertaruhkan segalanya dengan bayar tinggi Lorenzo buat kembali ke tahta tertinggi MotoGP..World Champion…?
Akankah perjudian keduanya berakhir Draw untuk keduanya..atau Lorenzo yang menyerah kalah bahkan sudah mendapat sokongan dari sang penjinak desmo (Stoner) yang berada dibelakangnya..kurang apa lagi coba…?

Tidak dipungkiri Jorge Lorenzo tahun ini sedang menghadapi sebuah tantangan besar dalam karir MotoGP-nya,  bisa dikatakan sebuah perjudian juga..pasalnya dia harus mulai merubah gaya balapnya dari mesin inline ke mesin V type yang liar walau beberapa pihak tidak meragukan lagi kecepatan adaptasinya…
Banyak pula orang yang memuji keputusan Jorge Lorenzo sebagai suatu tindakan yang berani, karena mulai 2007 gelar juara hanya Casey Stoner yang bisa dapatkan dengan Ducati selanjutnya beberapa rider  gagal melanjutkan seperti Marco Melandri, Nicky Hayden dan bahkan seorang Valentino Rossi yang telah mencoba dan gagal menjinakkan sebuah Desmosedici.

Namun Lorenzo Juga optimis dengan tujuannya ke Ducati:

“Aku pikir ini adalah  saat terbaik dalam karier saya dalam hal sensitivitas, dan mengetahui apa yang saya butuhkan untuk menjadi pembalap tercepat,….Saya sekarang merasakan  hal yang  tidak pernah saya rasakan sebelumnya dan itu sangat baik, karena dapat membantu kita menghindari dalam mengambil jalan yang salah ketika mengembangkan sebuah motor.”

Lorenzo bukan rider yang kering akan prestasi,menjadi pembalap papan atas sejak debutnya di MotoGP melonjak drastis  pada tahun 2008… sembilan musim terbaiknya dilakoni bersama Yamaha memang tidak dipungkiri itu adalah garasi paling nyaman di MotorGP bagi dia …meskipun ada yang berpendapat berbagi garasi dengan Rossi tidak akan pernah benar-benar nyaman.

Salah satu alat ukur kebrhasilan dan sekaligus motivasi adalah mengikuti jejak  Geoff Duke, Giacomo Agostini,Eddie Lawson , Stoner dan Rossi dimaan mereka adalah deretan pembalap yang menang di dua pabrikan  yang berbeda….

Dengan seabrek prestasi dimana telah berhasil kumpulkan 39 pole position dan 44 kemenangan….. toh jika selama dengan Ducati ‘gagal total’ maka tetap Ducati lah yang disalahkan, namun tidak ada alasan Lorenzo gagal karena pasti dia mampu melakukannya tapi jika benar gagal apakah pembalap papan atas yang lain (Marc, Vinales) saat ini akan mengikuti jejak dia…Coba-coba dengan banteng Ducati???

 

 

 

 

Iklan

Tentang oldrider

KeepBrotherhood & Peace
Pos ini dipublikasikan di Ducati, MotoGP dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s